Pawai Ogoh-ogoh Menjelang Hari Raya Nyepi 2015

By | March 21, 2015

Nyepi merupakan hari dimana umat Hindu memaknai arti sebuah perenungan diri menjadi lebih baik. Lebih tepatnya, menjadikan Hari Raya Suci Nyepi sebagai ajang untuk mengintrospeksi diri terhadapi apa yang telah dilakukan sebelumnya, agar ke depan menjadi jati diri yang baik dari pikiran, perkataan dan tindakan.

Tidak sama halnya seperti merayakan tahun baru kalender Masehi, di Tahun Baru Saka di Bali dimulai dengan menyepi, sama sekali tidak ada aktivitas. Semua kegiatan dinonaktifkan, termasuk pelayanan umum, seperti Bandar Udara pun tutup, kecuali rumah sakit.

Sehari sebelum Nyepi (pengrupukan), biasanya dimeriahkan dengan pawai ogoh-ogoh yang merupakan perwujudan Buta Kala yang diarak keliling lingkungan, dan kemudian dibakar. Tujuannya yaitu mengusir Buta Kala dari lingkungan sekitar.

Pawai Ogoh-ogoh

Ogoh-ogoh adalah karya seni patung dalam Kebudayaan Bali yang menggambarkan kepribadian Bhuta Kala. Dalam ajaran Hindu Dharma, Bhuta Kala merepresentasikan kekuatan (Bhu) alam semesta dan waktu (Kala) yang tak terukur dan tak terbantahkan.

Dalam perwujudan patung yang dimaksud, Bhuta Kala digambarkan sebagai sosok yang besar dan menakutkan; biasanya dalam wujud Rakshasa.

Setiap ada acara Pawai Ogoh-ogoh, saya selalu menyempatkan diri untuk menyaksikan ramainya arak-arakan Ogoh-ogoh di kawasan tempat saya tinggal, yaitu Desa Pakraman Panjer, Denpasar Selatan, seperti Parade Ogoh-ogoh 2014 tahun lalu. Di tahun 2015 ini saya nonton Ogoh-ogoh nya di Puputan Badung, tepatnya didepan Kantor Wali Kota Denpasar. Sebenarnya saya tidak punya niat untuk nonton ogoh-ogoh disana, awalnya saya hanya sekedar jalan-jalan sambil jeprat jepret Ogoh-ogoh yang di pajang dipinggir jalan.

Sore itu jalanan sudah di padatin banyak orang yang mau nonton Ogoh-ogoh, dan jalanan menjadi macet total. Dan saya terjebak macet, mau pulang tidak bisa, karena sebagian jalan yang menuju ke tempat saya di tutup. Terpaksa saya diam disana, dan menyaksikan arak-arakan ogoh-ogoh di Puputan, dan sambil ngerekam momen ini. Pawai Ogoh-ogoh di Puputan Badung ini memang ramai tiap tahunnya, karena berada di pusat Kota Denpasar dan Badung. Puluhan Ogoh-ogoh dan beragam bentuk di arak keliling, mulai dari yang kecil sampai yang besar. Berikut ini beberapa ogoh-ogoh yang sempat saya ambil videonya. Silahkan lihat disini.

Selamat Hari Raya Nyepi 2015 Tahun Baru Saka 1937. Salam Happy Blogging..!!

Blogger From Bali & Owner at Nakusan Computer.

Adress: Jl. Tukad Melangit Gg.III/15g Panjer, 80225 Denpasar-Bali.

10 thoughts on “Pawai Ogoh-ogoh Menjelang Hari Raya Nyepi 2015

  1. Mbah dinan

    memang setiap mau nyepi perayaan ini selalu ramai menyedot penonton dan sebagai suatu simbol perlawanan yang baik terhadap kejahatan dalam kehidupan manusia, termasuk pada manusia itu sendiri.

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *